Wednesday, January 9, 2013

Tak ada Fotografer? Tak Masalah


Aku bukan seorang model ataupun fotografer, namun aku sangat mencintai dunia fotografi. Memang sih kemampuanku di dunia fotografi belum seberapa. Dan foto-foto yang aku hasilkan juga belum sebaik dan sebagus yang dihasilkan oleh fotografer professional.
                Yang sering aku jadikan obyek adalah diriku sendiri. Sebenernya alasan kecintaanku pada fotografi ini juga karena aku juga senang di foto. Yaa..beginilh aku yang ingin berfoto dengan bergaya layaknya model, hehe. Aku biasa mngambil gambarku sendiri tanpa meminta bantuan orang lain/fotografer, karena aku malu jika harus bergaya di depan orang. Jadi aku hanya perlu mengaktifkan fungsi pengambilan gambar “Timer” dan memasang kamera di atas tripod. Timer juga menjadi salah satu alternatif jika tidak adanya orang lain yang akan memotret kita.
                Rumah adalah tempat yang biasa aku jadikan sebagai background dari foto-fotoku. Kamar, taman, balkon, dan juga teras rumah telah menjadi tempat hunian saya bersama kamera dan tripod. Saat pengambilan foto ini aku seringkali ngumpet-ngumpet soalnya malu. Waktu yang tepat untuk berfoto adalah saat penghuni rumah sedang tidak berada di rumah. Naahh..itu adalah momen yang pas banget buatku. Seringkali aku diajak pergi bersama mereka tapi aku alasan aja lagi ngerjain tugas..hehe. Jika situasi aman, barulah aku menyiapkan kamera, tripod, dan ruangan. Jika semua OK, maka aku beraksi.
                Setelah meninjau hasil fotoku, ternyata banyak sekali foto yang ancuuur. Macem-macem deh, misalnya Blur, miring, terlalu ke bawah/atas, kurang pas gayanya dan lain sebagainya. Misalnya ada 10 foto yang aku tinjau, ternyata yang bagus Cuma 3. Apa gak sia-sia aku mondar-mandir mencet shutter lalu balik bergaya lagi. Yaahh..maklum saja namanya juga aku berfoto tanpa ada fotografer. Ngatur sendiri, nge-pas-in sendiri, dan juga bergaya sendiri tanpa ada fotografer. Tetapi dari hal ini aku dapat mengambil pelajaran, bahwa seorang model dan seorang fotografer jika tidak menjadi satu kesatuan dalam arti cara pengambilan gambar dan gaya model tidak pas maka akan menghasilkan gambar yang tidak sesuai harapan dan terkesan “jelek”. Foto yang jelek, bukan karena model yang dipakai tidak cantik melainkan karena cara pengambilan gambar yang salah.

2 comments:

  1. sebenarnya saat seorang fotografer bisa menghasilkan satu karya foto yang sangat bagus, itu setelah dia melakukan kesalahan pada ratusan foto sebelumnya...jadi tetaplah semangat untuk menjadi model dan fotografer...keep smile and keep happy blogging...salam hangat dari Makassar :)

    ReplyDelete
  2. Terima kasih sudah membaca blog saya, dan makasih atas support nya. :-)

    ReplyDelete