Sunday, October 14, 2012

Road To Jogjakarta




Liburan kuliah masih tersisa 3 minggu lagi, aku, Mentari, Rizky, Lucky, Fikri, dan Angger berencana untuk menghabiskan liburan di kota yang dijuluki dengan kota pendidikan. Kalian tentu taulah kota apa yang dijuluki dengan kota pendidikan itu. Yak…itu adalah kota Yogyakarta. Kota yang terkenal dengan kota pendidikan itu kini menarik perhatian ku dan teman-teman untuk berwisata mengunjungi tempat-tempat yang terkenal di kota itu.
                Tanggal 5 September, kami bertolak menuju Jogja dengan kereta ekonomi Progo. Perjalanan dimulai pada pukul 20.30 dari Stasiun Pasar Senen. Kereta tiba di Jogja pukul 06.30 di Stasiun Lempuyangan. Perjalanan kami selanjutnya yakni menuju rumah saudara Angger yang sebelumnya memang kami rencanakan untuk menjadi tempat penginapan. Dari Stasiun Lempuyangan, kami menyewa sebuah mobil seharga Rp. 30.000 untuk bisa sampai ke Banguntapan yakni rumah saudara Angger. Murah bukan? Di daerah jogja kebanyakan mobil pribadi yang dijadikan sebagai angkutan umum. Mereka mematok harga tidak terlalu mahal sehingga anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam.
                Sampai di Banguntapan, badan ini sudah ingin untuk diistirahatkan namun tidak bisa sebab perut ini belum diisi alias belum sarapan. Karena saat itu wanita Cuma aku dan Mentari akhirnya kita berdualah yang harus terjun ke dapur. Untungnya yang dimasak hanya Mie Instan jadi tidak perlu searching resep di Google. Hahaha…
                Alhamdulillah perut sudah kenyang, mata mulai redup nih kalau sudah kenyang. Kami semua tertidur pulas di hari pertama kami tiba di Jogja. Karna terlalu kecapekan kami semua bangun jam 2 siang. Waktu sudah siang menjelang sore, kami memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Candi Prambanan. Kami memutuskan menaiki TransJogja untuk menuju Candi Prambanan. Dari shelter Banguntapan ke Terminal Giwangan, lalu dari Terminal Giwangan ke Bandara Adi Sucipto, dari shelter Bandara Adi Sucipto barulah menuju ke shelter Terminal Prambanan. Yaah…beginilah kalau tidak menyewa kendaraan pribadi, akhirnya kami kehabisan waktu di jalan. Sampai di Terminal Prambanan matahari hampir tenggelam. Kami berjalan kaki cukup jauh untuk sampai di pintu masuk Candi Prambanan. Sebelum tiba di depan pintu masuk kami memutuskan untuk berfoto di gapura Selamat Datang. Yang tidak ada di foto ini hanya aku, sebab aku yang membawa kamera jadi aku yang menjadi juru kameranya. Yaahh…nasib-nasib L



                Matahari semakin memudarkan sinarnya, tiba di depan pintu masuk ternyata sudah ditutup. Sungguh sangat menecewakan kami. Tapi salah kami juga berangkatnya terlalu sore. Akhirnya kami hanya bisa mengabadikan moment di bawah peta Candi Prambanan ditemani dengan sinar matahari yang sudah mulai gelap dan sayup-sayup suara adzan dari masjid yang berada di sekitar candi.
                Sebelum melanjutkan perjalan pulang, kami sholat berjama’ah maghrib di masjid kawasan candi. Kami pulang dengan bis TranJogja dari shelter Terminal Prambanan lalu transit di terminal Bandara Adi Sucipto, dari Adi Sucipto ganti bis yang tujuan ke shelter Banguntapan(Gedong Kuning). Tiba di shelter Gedong Kuning (Banguntapan) pukul 20.30. selanjutnya kami berjalan kaki untuk menuju rumah saudara Angger. Sampai di rumah, tidak lupa untuk melaksanakan ibadah wajib shalat Isya’ berjamaah dengan teman-teman. Setelah itu kami beristirahat untuk hari esok menuju Gunung Kidul.

Cerita saya akan berlanjut di postingan berikutnya....terima kasih :))

No comments:

Post a Comment