Wednesday, November 10, 2010

Artikel Bencana alam 3


74 Orang Korban Tsunami Mentawai Belum Ditemukan


PADANG, tribunkaltim.co.id - Sebanyak 74 orang korban dilanda Tsunami yang terjadi di Kabupaten Kepuluan Mentawai, Sumatera Barat, belum ditemukan Tim SAR. "Data yang dihimpun, BPBD Sumbar 74 orang korban Tsunami yang terjadi di Kabupaten Kepuluan Mentawai, belum ditemukan Tim SAR," kata Kabid Penanggulangan bencana BPBD Sumbar, Ade Edwar, di Padang, Rabu (3/11).
 Gempa dengan kekuatan 7,2 SR disusul gelombang Tsunami terjadi di Kabupaten Mentawai menyebabkan 428 orang meninggal dunia.
 Korban yang mengalami luka-luka ketika terjadi gempa dan Tsunami yakni, 172 orang mengalami luka berat, 325 orang kondisi luka ringan. Warga yang berada pada tempat pengungsian sebanyak 15.097 jiwa
 Rumah warga yang rusak akibat gempa dan Tsunami sebanyak 517 unit kondisi rusak berat, 204 unit rumah rusak ringan. Sarana Pendidikan yang rusak, yakni SD 4 unit rusak berat, 1 unit rusak ringan, SMP 1 unit.Rumah Dinas 6 unit, Resort 2 unit rusak berat, 1 unit kapal pesiar terbakar, 1 unit kapal pesiar rusak ringan. Tempat ibadah, 7 unit rusak berat.
 Sementara itu fasilitas umum yang rusak, ketika terjadi gempa dan Tsunami yakni jembatan 7 unit, jalan P2D rusak sepanjang 8 km.
 Ade Edwar mengatakan pendistribusian bantuan dari Kota Padang, masih terus dilakukan pihak BPBD Sumbar untuk membantu korban Tsunami, Kabupaten Mentawai.
 "Distribusi bantuan untuk korban tsunami Mentawai dilakukan dengan Helikopter dan kapal," katanya
Dia menambahkan, kita sudah menghentikan untuk pengirimkan para relawan untuk membantu korban tsunami, Mentawai. Namun distribusi bantuan tetapa dilakukan meskipun gelombang besar diserta angin kencang."Sekarang ini yang sangat dibutuhkan yakni para dokter yang membantu korban yang mengalami luka akibat Tsunami,"katanya.
 Saat ini sudah empat orang korban dilanda Tsunami, Kabupaten Mentawai yang menjalani perawatan di Rumah Sakit M.Jamil Padang.
 Empat orang korban tsunami dirawat yakni, Nelli (19) warga Malakopak, Pardamaian (26) warga dusun Eruk Parabout, desa Malakopak, Melda Yanti (12) warga Muntee, Kabupaten Mentawai, baru masuk yakni Darlius (31) warga Muntee Baru-baru Kecamatan.
Selaian dirawat di RSUP M.Jamil Padang, ada juga dua orang korban Tsunami, Mentawai yang di bawa Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
Warga yang dirawat di RSUD daerah ini yakni Warga Dusun Maunai Josep usia 35 jenis kelamin laki-laki da, warga Dusun Bolugna Seldfina usia 44, jenis kelamin perempuan.

Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap warga yang belum ditemukan serta korban meninggal dunai akibat gempa disusul tsunami yang terjadi di Kebupaten Kepuluan Mentawai.(antara)
Pendapat :
Pemerintah telah melakukan suatu kinerja yang cukup baik terhadap para korban namun dalam menangani masalah ini sangatlah membutuhkan bantuan dari relawan-relawan lain untuk membantu kinerja pemerintah misalnya dalam pengevakuaisian korban dan penyaluran bantuan. Tetapi mengapa kini pemerintah justru memulangkan para relawan?
Solusi :
Seharusnya pemerintah tidak memulangkan para relawan, karena kemungkinan besar masih banyak korban jiwa yang belum terevakuasi dan juga akibat dari keputusan pemerintah ini mungkin akan menghambat penyaluran bantuan-bantuan ke pada korban.
 

Rachma Wijayanti
15110489
1KA31

No comments:

Post a Comment