Sunday, February 5, 2012

CANDI – CANDI SEPUTAR MALANG

Daerah Malang tercatat sebagai salah satu pusat peradaban yang tertua di Indonesia. Singosari merupakan salah satu kerajaan yang berdiri di Malang. Singosari sendiri awalnya adalah sebuah Kadipaten, di bawah kekuasaan Raja Kediri, Kertajaya. Sisa-sisa masa jaya Singosari ini masih dapat ditemukan di Malang dan sekitarnya, terutama candi-candinya.

A.    CANDI SINGOSARI
q
  


Candi peninggalan Raja Kartanegara ini terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Berlokasi dekat Pasar Singosari, candi ini amat mudah dicapai. Hanya 1 jam dari Surabaya dan tak jauh dari jalan utama Surabaya – Malang. Sejak ditemukan tahun 1801 oleh Gubernur Pantai Timur Laut Jawa, Nicolous Engelhard, candi ini sebenarnya telah berganti nama lebih dari 5 kali. Dari Candi Menara, Candi Cella, Candi Renggo, Candi Cungkup, hingga yang terakhir adalah Candi Singosari. Gunung Arjuno, berdiri tegak di latar belakang, menjadi nilai tambah kecantikan situs peninggalan sejarah ini.

B.    CANDI BADUT


Candi Badut adalah candi peninggalan Raja Gajahyana dari masa Kerajaan Kanjuruhan, terletak di Desa Karang Wedoro, Kecamatan Dau, di sisi barat Kota Malang. Candi adalah salah satu bangunan suci yang dihubungkan dengan prasasti berkronologi, yaitu Prasasti Dinoyo (760M), yang merupakan bukti peradaban Hindu tertua di Pulau Jawa

C.    CANDI JAWI


Berdiri gagah di sisi kiri Pandaan – Tretes, Candi Jawi akan jelas terlihat sebelum memasuki Prigen. Kurangnya ketertarikan pelancong untuk berwisata sejarah, terlebih di daerah Prigen, membuat candi ini jarang dikunjungi. Pemandangan di sekitar candi ini sangat indah. Terdapat lereng Gunung Arjuno – Welirang di sisi selatan, di mana Kota Wisata Tretes berada. Sementara di sisi barat, menjulang Gunung Penanggungan yang banyak menyimpan peninggalan purbakala. Candi Jawi didirikan pada akhir abad ke-31 sebagai penghormatan Raja Kartanegara, raja terakhir dari Kerajaan Singosari yang memerintah di tahun 1268 – 1292.


SUMBER : Majalah “Tamasya edisi Juni – Juli 2005”

No comments:

Post a Comment